free hit counters by free-counters.net

Selasa, Maret 25, 2008

Acara sosialisasi Hasil Audiensi DPP SP PI I-IV dengan Panja Komisi V DPR RI

Hari ini sekitar pukul 11.00 WIB bertempat di TJ Anwar telah dilaksanakan sosialisasi oleh SP PI dihadiri oleh pegawai Kantor Pusat. Pada kesempatan ini, terlihat sedikt sekali unsur level Senior Manejer dan Manager yang hadir. Ketidak hadiran mereka ini diharapkan karena bukan unsur kemalasan atau hal negatip lainnya. Kondisi ini sebenarnya memprihatinkan, karena merupakan indikator akan cerminan semangat juang. atau dukungan semangat bagi perjuangan ini.
Persoalan yang ada langsung menyentuh fundamental kita yaitu mata pencaharian sebahagian besar kita yang berstatus pegawai. Namun keseriusan bersama masih rendah terlihat dari inikator kehadiran tadi.

Berikut hasil ringkas sosialisasi tadi:
1. Aspirasi pegawai Pelabuhan telah didengar oleh Panja
2. Panja memberikan informasi yang sementara ini ditanggapi positip oleh SP PI.
3. Guna memberikan ruang waktu guna perumusan ruu tsb yang terkait aspirasi kita, maka rencana mogok nasional ditunda.
4. Perkembangan selanjutnya menurut SP P 1, akan tetap dimonitor oleh rekan2 di Jawa.
5. Tujuan kita bukanlah mogok nasional, kita hanya memperjuangkan nasib lambung tengah kita, tidak ada unsur politis dalam perjuangan kita, rencana mogok ini hanya karena informasi yang beredar tentang nasib kita dan kita tidak pernah didengarkan/dilibatkan dalam wacana penyusunan ruu itu.
6. Seluruh peserta sosialisasi memberikan jabat tangan kepada pengurus SP sebagai tanda mendukung aktivitas mereka dalam perjuangan ini.


Bagi saya pribadi, dengan kacamata strategi perang cina posisi moment ini adalah kita pada posisi yang kalah. Kita berencana mogok nasional sebagai suatu simbol penolakan. Pihak lain tidak suka kita mogok karena akan merugikan mereka. Audiensi tadi tidak tertuang dalam berita acara hitam putih atau apaun istilahnya. Jadi hanya menyejukkan di kuping (=angin surga). Tidak ada suatu jaminan yang dapat dipegang. Semua hanya sebatas lisan.

Walaupun demikian, dalam pikiran positip kita harus menyikapi itu dengan menunda rencana mogok nasional.

Jika hasil monitoring rekan2 di jawa meng infokan perkembangan yang ternyata tidak membela kepentingan/nasib kita sebagai pegawai. Seharusnya lah kita melaksanakan mogok nasional itu.

Karena hanya itu senjata yang kita miliki.

Harapan saya para pengurus SP sudah harus pada posisi stand by untuk mogok, jangan lagi seperti sebelumnya tanggal 17 Maret 2008 tertunda gara2 faktor aturan mogok. sehingga jika audiensi tadi tidak ditampung ruu itu maka SP harus Mogok Nasional.

Kenapa kita harus Mogok Nasional?

jawabnya: Baca artikel Kompas 24 Maret 2008 Halaman pertama oleh Faisal Basri. Artikelnya tersaji dibawah tulisan ini. dan saya copikan penggalan terakhirnya berikut ini :


Dihadapkan pada kenyataan yang memilukan tersebut, agaknya wajar saja kalau salah satu pemangku kepentingan, yakni kalangan pekerja pelabuhan, memercikkan kegundahan mereka dengan ancaman melakukan mogok kerja. Apalagi pengalaman selama pemerintahan SBY-JK mengajarkan mereka bahwa hanya dengan melakukan ancaman keras, suara mereka baru sungguh-sungguh didengar dan tuntutan mereka dikabulkan. Sungguh sangat tidak sehat cara mengelola negara seperti itu.
Diposting oleh r u u pelayaran di 00:11 0 komentar
Jumat, 2008 Maret 14

Tidak ada komentar:

 
free hit counters by free-counters.net